Selasa, 22 April 2014

REFLEKSI #1

” otak manusia pada awalnya seperti loteng kecil yang kosong, dan kau harus mengisinya dengan perabotan sesuai dengan pilihanmu :

 Orang bodoh mengambil semua informasi yang ditemuinya, sehingga pengetahuan yang mungkin berguna baginya terjepit terjepit di tengah-tengah atau tercampur dengan hal-hal lain.

Orang bijak sebaliknya. Dengan hati-hati ia memilih apa yang dimasukkannnya kedalam loteng otaknya. Ia tidak akan memasukkan apa pun kecuali peralatan yang akan membantunya dalam melakukan semua pekerjaannya, sebab peralatan ini saja sudah banyak.

Semuanya itu diatur rapi dalam loteng otaknya sehingga ketika diperlukan, ia dapat dengan mudah menemukannya. Keliru kalau kau pikir loteng otak kita memiliki dinding-dinding yang bisa membesar.

Untuk setiap pengetahuan yang kau masukan, ada sesuatu yang sudah kau ketahui yang terpaksa kau lupakan. Oleh karena itu penting sekali untuk tidak membiarkan fakta yang tidak berguna menyingkirkan fakta yang berguna.”

Study in Scarlet - Sherlock Holmes - 1887

Kamis, 03 April 2014

THE RAID 2 : Berandal

Lanjutan dari Sekuel The Raid 1 : Serbuan Maut ini emang bisa gw bilang menuai banyak tanggapan positif terutama dari Internasional,yah meskipun gw belum sempet nonton ni film di bioskop soalnya duit lagi sepet bin seret akhirnya terpaksa coba liat trailernya dulu,


Rabu, 02 April 2014

Finding What We Are - Summer Effect Album 2012

Lyrics By : Vicky,Ibo
Blackbox Studio,Bekasi 2010

It's Our Fate,It's Our Destiny
It Is When We Meet
Coincide Constantly

It's a Journey & Adventureous Melody
Of a New Life
It's About You & Me

Chorus :
We Should Start,Never Stop
Finding What We Are

Reff :
Make Tomorrow a Better Day
Seems the World Could Bright & Gray
Don't Care What People Say
Do It on Our Own

Jumat, 14 Maret 2014

Re-Blogged : Arti "Kesempurnaan" bagi seorang Fans Musik

Jika ditanya, hal apa yang menjadikan seorang pengemar (fans) musik sejati merasa ‘sempurna’? Maka tanpa ragu saya akan berpendapat ketika mereka bisa menyaksikan langsung konser sang musisi idola.

Kenapa? Karena bagi saya, ngefans dengan penyanyi atau grup musik tertentu, bukan sebatas tahu dan hapal semua lirik lagu dari band itu. Bukan saja soal berhasil mendapatkan kaset / CD / Vinyl album langka sang idola. Bukan sebatas bangga memakai kaos official dari grup band atau musisi tersebut. Dan bukan saja hanya sekedar poster musisi itu saja yang tertempel erat di dinding ruang kamar tidur sang penggemar.

Tetapi juga ‘kewajiban’ untuk merasakan secara live bagaimana sang idola mempertunjukan karya terbaik musiknya dengan dukungan sound system berteknologi termutakhir, speaker berkapasitas ribuan watt serta permainan tata cahaya panggung yang memukau.

Jika selama ini seorang fans dengan setia mendengar semua karya lagu sang musisi. Lalu, menikmati dengan khusuk setiap lagunya dan diresapi secara mendalam setiap liriknya. Hingga tak jarang, aura dari karya lagu-lagu itu menempel sehingga menimbulkan inspirasi tersendiri di dalam kehidupan sehari-hari sang penggemar. Maka datang dan menyaksikan langsung dengan mata kepala sendiri konser dari musisi idola itu seperti ‘penyempurna’ bagi seseorang dalam menikmati sebuah karya musik. Seperti sampai pada puncak tangga teratas dalam proses mencari sisi maksimal menikmati karya musik sang artis.

Jangan heran apabila ada istilah ‘naik haji’ dan ‘umroh’ yang beredar di kalangan penggemar musik. Istilah ‘naik haji’ dan ‘umroh’ bagi mereka adalah jika berhasil menonton konser sang idola yang telah ditunggu lama. Tanpa bermaksud menghina agama tertentu, istilah tersebut ada mungkin karena untuk mewakili perasaan ‘sempurna’ itu.

Bagi saya, bisa merasakan secara langsung bagaimana atmosfer dari sebuah pertunjukan konser musisi idola itu adalah sebuah anugerah. Apalagi jika grup band atau musisi tersebut berasal dari luar negeri dan termasuk kategori musisi yang sangat popular di dunia.

Koor nyanyian bersama yang terus menerus berkumandang di tengah-tengah crowd penonton. Riuh rendah teriakan-teriakan kekaguman dan kecintaan. Tepukan tangan yang selalu ada di tengah-tengah pergantian dari set list lagu satu ke lagu berikutnya. Serta anggota badan yang selalu bergoyang setiap kali nada-nada dihentakan ke telinga. Belum lagi, perasaan merinding yang timbul akibat reaksi eargasm. Eargasm merupakan puncak menikmati ‘syahwat musikal’ dari nada-nada yang ditangkap oleh telinga kemudian merasuk ke hati dan menjalar ke otak. Dan pada akhirnya membawakan sebuah pesan klimaks berupa rasa kepuasan tersendiri.

Hal-hal itulah yang saya temui dan rasakan ketika berkesempatan menonton secara live konser musisi yang lagunya terhitung sering masuk kedalam playlist mp3 saya. Bagi saya, rasa dan pengalaman itu yang tidak bisa tergantikan dengan apapun. Faktor-faktor itu yang menjadikannya sebuah anugerah tersendiri bagi para fans yang berkesempatan untuk menyaksikan sang musisi idolanya manggung. Dan rasa serta pengalaman itulah yang kemudian menjadikan seorang pengemar (fans) musik sejati merasa ‘sempurna’ lahir dan batin.

Minggu, 26 Januari 2014

NEW 2014 Song's From Summer Effect


Follow us On : http://summereffect.bandcamp.com/

Keep Listen,Relax & Enjoy it